BENTUK KOMUNIKASI

Posted in Uncategorized | Leave a comment

komunikasi keperawatan

KOMUNIKASI TERAPEUTIK

Maksud komunikasi yaitu mempengaruhi perilaku orang lain.

Alasan orang berkomunikasi :

  1. Mengurangi ketidak pastian

Dalam berhubungan dengan orang lain selalu penuh dengan ketidakpastian, penyebab ketidakpatian timbul dari factor endogen maupun factor eksogen. Ketidak pastian dapat terletan pada seluruh kehidupan, segala rencana dan perkiraan yang kadang begitu saja mudah berubah.

  1. Memperoleh informasi.

Informasi sebagai salah satu pendukung berhasil tidaknya kebutuhan manusia dan mutlak diperllukan agar dapat bergaul dalam lingkungan masyarakat.

  1. Menguatkan keyakinan.

Dengan diperolehnya informasi sebagai hasil dari komunikasi akan menguatkan keyakinan untuk melangkah mencapau tujuan yang diharapkan. Tanpa komunikasi akan timbul keraguan dan keterkejutan sehingga tujuan yang akan dicapai gagal.

  1. Pengungkapan perasaaan.

Melalui komunikasi dapat diungkapkan perasaan senang atau tidak terhadap orang lain atau sekelompok orang sehingga terdapat koreksi bagi orang lain dan diharapkan terjadi hubungan harmonis antar manusia.

Keberhasilan intervensi keperawatan tergantung pada komunikasi.

Proses perawatan ditujukan untuk merubah perilaku dalam mencapai tingkat kesehatan yang optimal.

PENGERTIAN.

–          Harold Koont dan Cyril ODonell mengemukakan pengertian komunikasi adalah pemindahan informasi dari satu orang ke orang lain terlepas percaya atau tidak. Tetapi informasi yang ditransfer tentulah harus dimengerti oleh penerima.

–          William Ablig memberikan definisi komunikasi adalah proses pengoperan lambang – lambang yang mengandung pengertian antara individu – individu.

–          Dale Yoder dkk kata communications berasal dari sumber yang sama seperti kata common yang artinya bersama, bersama – sama dalam membagi ide. Apabila seorang berbicara, orang lainnya mendengarkan.

–          Komunikasi antara perawat dan klien memperoleh pengalaman belajar bersama untuk memperbaiki pengalaman emosional klien (Stuart dan Sundent, 1998).

–          Based on humanity of nurse and patien. Saling menghormati dan menerima perbedaan latar belakang budaya dan pengalaman.

–          Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang direncanakan secara sadar, bertujuan dan kegiatannya dipusatkan untuk kesembuhan pasien. Pada dasarnya komunikasi terapeutik merupakan komunikasi professional yangmengarah pada tujuanyaitu penyembuhan pasien.

–          Komunikasi terapeutik termasuk komunikasi interpersonal dengan titik tolak salingmemberikan pengertian antar perawat dengan pasien.

Dalam memberikan asuhan keperawatan komunikasi terapeutik memegang peranan penting untuk membantu pasie dalam memecahkan masalah. Kemampuan komunikasi tidak dapat dipisahkan dari tingkah laku seseorang yang melibatkan aktifitas fisik, mental, disamping juga dipengaruhi latar belakang social, pengalaman, usia, pendidikan dan tujuan yang ingin dicapai.

TUJUAN

  1. Meningkatkan kesadaran penerimaan dan penghargaan diri
  2. Meningkatkan kemampuan membina hubungan intim terapeutik, interdependent dan hubungan interpersonal
  3. Memperbaiki fungsi dan meningkatkan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan yang realistic
  4. Memperbaiki tingkat integritas diri dan kejelasan identitas diri

 

FUNGSI

  1. Menyampaikan pengertian
  2. Memvalidasi persepsi
  3. Memberikan umpan balik
  4. membantu mempercepat proses penyembuhan
  5. Mempertahankan focus yang spesifik

 

KOMPONEN KOMUNIKASI

  1. Komunikator / sender.

Orang yangmemprakarsai adanya komunikasi, prakarsa timbul karena jabatan, tugas, wewenang dan tanggung jawab.

  1. Komunikan / receiver.

Orang yang menjadi objek dari komunikasi, pihak yang menerima berita atau pesan dari komunikator.

  1. Message / pesan.

Yang akan disampaikan berupa ide, pendapat, pikiran dan sarana. Message bisa berupa gerakan, sinar, suara, lampaian tangan, kibaran bendera. Di rumah sakit bisa berupa nasehat dokter, hasil konsultasi pada catatan perawatan, laporan dsb.

  1. Media.

Segala sarana yang dipergunakan oleh komunikator untuk menyampaikan pesan yang ingin disampaikan pada pihak lain. Dengan demikian saluran komunikasi itu berbentuk panca indra manusia maupun alat teknologi yang dibuat oleh manusia.

  1. Feed back / umpan balik.

Arus umpan balik dalam rangka proses berlangsungnya komunikasi

PROSES KOMUNIKASI

                 Umpan balik

Komunikator             Komunikan  

                Pesan

  1. Komunikator.

–          Mengembangkan ide atau pikiran yang ingin disampaikan.

–          Mengkode ide atau pikiran dalam bentuk lambing verbal atau non verbal.

–          Menyampaikan pesan melalui saluran komunikasi dan menggunakan metode tertentu.

–          Menunggu umpan balik dari komunikan untuk mengetahui keberhasilan komunikasi.

  1. Komunikan.

–          Menerima lambang – lambang yang disampaikan oleh komunikator.

–          Membaca dan menyandi lambing verbal atau nonverbal yang disampaikan oleh komunikator.

–          Menggunakan pesan yang telah disampaikan.

–          Memberikan umpan balik kepada komunikator.

MACAM-MACAM KOMUNIKASI

q  Di lihat dari proses.

  1. Komunikasi langsung ; antara komunikator dan komunikan bisa diamatii secara langsung baik verbal dan non verbalnya.
  2. Komunikasi tidak langsung ; surat, fax, sms, e-mail, Koran, telegram, radio.

 

q  Dilihat dari besarnya sasaran

  1. Komunikasi massa ; demo
  2. Komunikasi kelompok; seminar, diskusi kelompok, therapy aktivitas kelompok, kelompok bumil.
  3. Komunikasi perorangan; conseling

 

q  Dilihat dari arah pesan

  1. Satu arah ; ceramah, pidato, pengumuman
  2. Dua arah / timbal balik ; diskusi, seminar, komunikasi P – K.

 

q  Dilihat dari cara penyampaian pesan

  1. Verbal, kata : diucapkan dan                   ditulis
  1. Non verbal :

–  Komunikasi diluar kata yang diucapkan dan ditulis ( komunikasi yang mempergunakan lambing bukan bahasa ), dapat berwujud gambar, isyarat dll ).

–  Melibatkan kelima panca indra

–  Bahasa tubuh

Tipe Perilaku Non verbal :

  1. Vokal : Nada, kualitas,keras & lembut, kecepatan —- menggambarkan suasana emosi
  2. Gerakan : Reflex, postur, expresi muka, gerakan yang diulang-ulang —– suasana hati.
  3. Jarak, dalam berkomunikasi dengan orang lain menggambarkan keintiman ( < 45 cm )
  4. Sentuhan : sangat berarti —- perlu pertimbangan aspek budaya dan kebiasaan

 

Faktor –faktor yang mempengaruhi komunikasi

  1. Komunikator

–    Suasana emosi

–    Ketidak sesuaian antara verbal dan non verbal

–    Gangguan komunikasi verbal

  1. Komunikan

–    Gangguan pendengaran

–    Perbedan persepsi —- pengalaman hidup, suasana hati, keyakinan, harapan, kebutuhan, pengetahuan.

  1. Message, Isi pesan menarik

–    Pesan efektif : langsung menuju tujuan

–    Pesan# Efektif : Terlalu banyak bumbu

–    Pesan # cocok : # relefan dengan apa yang dibahas ( # nyambung )

–    Pesan # efisien : berbelit – belit, buang-buang waktu, # simple, bertele-tele.

  1. Media

       Kecocokan / kesesuaian antara pesan    dengan media

  1. Feed back

      Cara penyampaian feed back

  1. Tempat interaksi —- Lingkungan nyaman
  2. Waktu
  3. Keadaan social budaya.

 

Ruang lingkup Komunikasi.

Komunikasi sebagai suatu proses penyampaian pikiran seorang atau orang – orang kepada orang lain, komunikasi dapat diadakan dalam bentuk :

  1. Suatu perintah, Dalam hal ini komunikasi bagian daripada proses memimpin.
  2. Suatu permintaan.
  3. Suatu obesrvasi, suatu usaha untuk mengambil suatu keputusan atau mungkin hanya suatu pernyataan dari satu sudut pandang.
  4. Sebagai informasi.
  5. Sebagai pelajaran, berhubungan dengan pelatihan atau sebagai bagian penyuluhan.

 

Perbedaan komunikasi terapeutik dengan komunikasi social.

–          Komunikasi terapeutik

  • Terjadi antar perawat dengan pasien atau anggota tim kesehatan lainnya.
  • Komunikasi ini umumnya lebih akrab karena mempunyai tujuan, berfokus pada pasien yang membutuhkan bantuan.
  • Perawat secara aktif mendengarkan dan memberi respon kepada pasien dengan cara menunjukan sikap  mau menerima dan mau memahami sehingga dapat mendorong pasien untuk berbicara secara terbuka tentang dirinya. Selain itu membantu pasien untuk melihat dan memperhatikan apa yang tidak disadari sebelumnya.

 

–          Komunikasi social

  • Terjadi setiap hari antar orang perorang baik dalam pergaulan maupun lungkungan kerja.
  • Komunikasi bersifat dangkal karena tidak mempunyai tujuan.
  • Lebih banyak terjadi dalam pekerjaan, aktivitas social dll.
  • Pembicara tidak mempunyai focus tertentu tetapi lebih mengarah kebersamaan dan rasa senang.
  • Dapat direncanakan tetapi dapat juga tidak direncanakan.
Posted in Uncategorized | Leave a comment

akademi keperawatan pemda indramayu

profilberdoa setiap saat

Posted in Uncategorized | Leave a comment

my blog

foto-foto

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment